Tuesday, February 18, 2014

Sekilas tentang Modern Black Metal


Modern Black metal bisa dikategorikan sebagai gelombang kedua dari perkembangan musik black metal di seluruh penjuru dunia. Kultur dari musik black metal ini , semakin menggugah kalangan anak muda untuk tampil dengan cara bermusik yang sederhana ala Black metal di awal pergerakan dan perkembangannya dengan hanya mengandalkan musik style yang primitive, ortodoks dengan hanya mengandalkan spike , leather dan corpsepaint.Perkembangan musik Black Metal di dunia memiliki kiblat tetap pada Venom dan Bathory, namun seiring dengan perkembangan zaman, yang paling memukau perkembangannya adalah dari ranah Norwegia, seperti yang telah diceritakan dalam chapter sebelumnya. Dalam chapter tersebut diceritakan berbagai macam intrik dan konflik internal antara Euronymous dan Varg, bagaimana sebenarnya Profil Varg dan pandangan dia terhadap kultur black metal itu sendiri.Untuk melihat perkembangan dari gelombang kedua musik Black Metal tersebut, ada baiknya kita melihat dari perkembangan musik ini dari tiap negara.Norwegia

Generasi perkembangan musik Black Metal setelah konflik social yang menimbulkan cover up dari pergerakan Black Circle yang dikemas dengan musik yang cukup dibenci dengan nama black metal dan menjadi bahan publisitas dari media massa di tahun 1993 dan 1994 di negara ini akhirnya justru menjadi pemicu lahirnya band band baru yang memiliki kualitas jauh lebih baik dari pendahulunya. Dari golongan ini lahirlah Dimmu Borgir.

Dimmu Borgir berarti Dark Castle dalam bahasa Inggris atau Istana Kegelapan dalam bahasa Indonesia. Shagrath dan Silenoz membentuk band ini dengan kapasitansi mirip seperti Cradle of Filth dengan unsur Symphonic digabung dengan riffing gitar yang melodius sehingga membuat musik black metal makin mudah dicerna dan diterima oleh publik. Dimmu Borgir mengalami proses bermusik dari mulai primitive Black Metal di album for all tid sampai mengalami titik puncak ketika dirilis oleh Nuclear Blast sebagai ‘lawan yang sepadan’ bagi Cradle of Filth, dimana di tahun 1997 – 1998 , massa Metal memandang Cradle of Filth sebagai band yang no.1, baik dari sisi penjualan album atau dari fanbased. Pentasbihan Dimmu Borgir sebagai lawan yang sepadan bagi CoF ini dibuktikan lewat Gods of Darkness tour di tahun 1997, yang berupa tour bersama CoF ini di beberapa kota dan didukung oleh band lain di antaranya Dissection,Emperor dan Bal Sagoth

Band lain yang mengalami perubahan yang drastis dari sisi musikalitas adalah, Immortal, band black metal yang lekat dengan mitologi negeri khayalan di kutub utara sana, mengusung tema musim dingin berkepanjangan, cerita cerita kepahlawanan yang sebenarnya mereka buat berdasarkan mitologi Viking. Band ini berevolusi dari karakter primitive black metal menjadi technical Black metal, terutama pada album Blizzard Beasts, sampai berlanjut ke album terakhir mereka Sons of northern Darkness. Band ini memiliki cirri khas, yaitu menggunakan wajah para personel mereka sebagai cover album , kecuali album at the heart of winter yang konon kabarnya diveto oleh label yang merilisnya supaya tampak lebih indah dan lebih ‘menjual’.

Band dari generasi awal yang memiliki karakter mirip dengan Immortal adalah Satyricon , band ini dimulai dengan sebuah band yang kurang dipandang sebelah mata, karena Wongraven dan Frost masih berusia dibawah 15 tahun ketika bergabung sebagai crew di toko Euronymous bernama Helvete. Namun Frost dan Satyr ini merupakan duo yang cukup solid memberikan hasil karya dan warna tersendiri dalam perkembangan Black Metal ini, terutama dengan hasil karya yang fenomenal dan controversial.. MOTHER NORTH … video klip yang cukup controversial dan dibanned di beberapa channel tv. Frost juga memiliki drumkit yang bernilai sejarah cukup tinggi,karena drumkit itulah yang dipakai untuk rekaman beberapa band Black Metal dari gelombang awal di Norwegia ini, seperti album DeMysteriis milik Mayhem , album pertama Arcturus, dan lain-nya.
Tema Viking metal semakin merebak dengan punggawa punggawa utama, seperti Enslaved, Einherjer, Ragnarok, Vintersorg , Thyrfing dan Borknagar. Enslaved memang merupakan band pengusung dari Viking Metal ini, semenjak album split dengan Emperor bertajuk Hordanes land , cirri khas dari Enslaved adalah menggunakan tema yang unik, kadang mengkombinasikan unsur musik dan alat musik tradisional dalam komposisi lagu lagunya dan murni menggunakan mitologi bangsa Viking sebagai tema lirik mereka.Viking metal merupakan sebuah perkembangan dan variasi dari genre Black Metal ini sehingga memberikan warna musik yang cukup indah dan bervariasi dari sisi komposisi, struktur lagu dan hasil karya yang dihasilkan merupakan perkembangan yang unik, menarik dan patut disimak.
Tema progressive dan avant-garde metal juga diusung oleh beberapa band dari Norwegia ini, kita bisa mendengar dan mengapresiasi hasil karya dari Arcturus, Winds, Ulver. 3 band ini adalah pelopor unsur musik yang menggabungkan tema progressive, avant-garde Black metal dalam lagu lagu-nya, dan kadang menggabungkan unsur psychedelic dan ketidak beraturan lain-nya dalam hasil karya mereka, bahkan Krystoffer Rygg aka Garm dari Ulver menyebutkan bahwa tiap album Ulver bisa memberikan style yang betul betul berbeda, hal ini dibuktikan dengan album Nattens Madrigal yang memberikan sound ala Darkthrone dengan musik yang AMAT tidak enak untuk disimak, namun di album berikutnya band ini, Ulver merilis album Themes from William Blake yang 180 derajat berbeda dengan sebelumnya, di album ini banyak sekali influence dari musik electronica, ambient, disco dan lain-nya … totally tidak black metalSwedia

Why Sweden .. ? Swedia merupakan sebuah negara yang memiliki kultur musik yang cukup berbeda dengan Norwegia. Kultur budaya musik yang kuat dari Swedia yang berasal dari seniman bangsa Viking yang telah melahirkan band band terkenal seperti ABBA dan Roxette , kembali menelurkan berbagai macam band metal yang cukup terkenal di jaman-nya, sebut saja sampai sekarang Dismember dan Entombed.
Kembali pada cerita sebelumnya, Christoffer Johnsson dari Therion pernah menerima ancaman bahwa sebenarnya dialah dalang dari pembunuhan Euronymous, hal ini disangkal karena memang Therion memiliki visi , misi dan berbeda dengan segala aktifitas Black Circle di Norwegia. Genre musik di Swedia cukup berbeda dengan pergerakan Black Metal di Nowegia, karena karakter musik di Swedia lebih mengutamakan dari karakter sound dan musikalitas yang lebih baik, hal ini bisa disimak dari komposisi lagu yang mereka pilih, karakter sound yang lebih ‘nyaman’ di telinga dan patterns dari riff guitar yang sedikit lebih technical dan groovy

Swedia memiliki beberapa band yang memiliki karakter Black Metal, kadang diberikan terms sebagai Blackened Death Metal , band band seperti Necrophobic, Luciferion dan Hypocrisy yang di awal karirnya memberikan warna tersebut dengan lagu lagu dalam album Penetralia dan Osculum Obscenum, seperti Necronomicon, God is a Lie, Inferior Devoties dan lainnya. Setelah dua album tersebut Masse Broberg sang vokalis akhirnya keluar dari band ini dan bergabung dengan Ahriman dalam band yang tidak kalah gahar dengan Hypocrisy bernama Dark Funeral. Dark Funeral memiliki karakter musik seperti Hypocrisy dengan sentuhan Death metal yang kental, namun dengan tempo dan beat yang lebih cepat.

Berbicara Black Metal di Swedia, mungkin kita mengenal band lain yang telah mendunia dengan liriknya yang didominasi oleh peperangan , MARDUK. Band ini adalah band black metal dilihat dari sisi penampilan dengan full dengan corpsepaint, spike dan leather ..namun dari lirik liriknya , terlihat perbedaan yang cukup mendasar dari album ke album. Band ini cenderung agak rasialis dan bercerita bahwa musik black metal hanya diperuntukkan untuk ras kulit putih saja. Hal ini lah yang membuat para kritisi musik menduga bahwa Morgan Hakannsson dan kawan kawan mencoba untuk memasukkan sentuhan Nazisme pada lirik lirik mereka, perlu disimak album mereka yang bertema peperangan tersebut dari semenjak Heaven shall burn ….. sampai ke Panzer Division Marduk.

Lambat laun namun pasti scene Black Metal di Swedia selalu dipengaruhi oleh Quorthon lewat BATHORY –nya. Hal ini diperkuat dengan perkembangan sound dan karakter musik yang selintas mirip Bathory yang dipelopori oleh Abruptum dan Ophtalamia sebagai cikal bakal band – band yang memiliki karakter Gothenburg sound ala In Flames dan Dark Tranquility namun memainkan genre Black metal, seperti Gates of Ishtar, Sacramentum , Mithotyn (sekarang berevolusi menjadi Falconer) dan Dissection

Swedia adalah negara yang kaya dengan band band berbahaya dari jalur Black Metal ini, dari gelombang kedua ini diantara band band yang berbakat dan sampai sekarang masih exist dan terus berkarya dengan warna yang cukup unik adalah Opeth dengan memainkan unsur progressive, death metal, dan black Metal di komposisi lagu lagunya,.Inggris

Bila kita mengingat nama Band metal dari Inggris ..apa yang terlintas dalam ingatan kita ? ..ya anda betul IRON MAIDEN dan bila Iron Maiden tumbuh di era 90 –an kemudian memainkan musik Black Metal .. apa yang terjadi ….? Cradle of Filth adalah jawabannya. Cradle of Filth adalah band yang ditasbihkan sebagai pelopor Symphonic Black Metal sebuah aliran musik Black metal yang mencoba menggabungkan unsur keindahan dalam bermusik, unsur operatic, gothic dengan tema horror dan wanita sebagai objek penggambaran yang tepat sebagai penjabaran tema tersebut ke dalam sampul album walaupun dalam judul lagu.

Band dari Suffolk Inggris ini semenjak album pertama The Principle of Evil made Flesh telah menancapkan kuku-nya sebagai band yang harus diperhitungkan di dunia Black Metal , walaupun sempat dikecam sebagai band yang not evil enough¸namun band ini terbukti memiliki fanbased di seluruh dunia dan mempengaruhi dari perkembangan musik Black Metal ini kea rah yang lebih bisa dimengerti dan diikuti dari sisi komposisi lagu dan citra yang dibangun dari jenis musik ini. Band inilah yang pertama kali menggunakan tema wanita sebagai ciri khusus dari setiap cover album-nya dan konstan tetap digunakan ( kecuali untuk mini album From The Cradle to Enslave ).

Dani DaVey atau lebih dikenal sebagai Dani Filth sebagai leader dari band ini selalu mencoba berkreasi dengan mencoba membuat tema tema horror dalam album albumnya, kita bisa melihat album V Empire dan Dusk and her Embrace yang didedikasikan pada cerita cerita Vampire, Cruelty and the Beast yang bertemakan kehidupan Elizabeth Bathory, sementara kehancuran dunia dan segala macam dosa oleh manusia dibuat tema di album Damnation and a Day, di album inilah satu satu-nya band black metal yang berhasil mengkombinasikan musik metal dengan REAL orchestra. Dani dan kawan kawan menggamit Budapest Film Orchestra and Choir untuk menggantikan efek dari synthesizer yang sebelumnya sering digunakan.pada album album sebelumnya.


Cradle of Filth membuat sejarah dengan masuk ke dalam nominasi grammy awards untuk album kategori rock pada single Nymphetamine yang juga merupakan judul album ke 11 mereka yang dirilis oleh Roadrunner records ( cd –nya telah dirilis di Indonesia ). Album ini benar benar layak untuk disimak dan dinikmati bagi para fans Black Metal dan juga bisa direkomendasikan sebagai awal untuk menikmati jenis musik ini.


Band band lain yang mengikuti jejak dari Cradle of Filth, adalah Hecate Enthroned, yang dibentuk oleh mantan personel Cradle of Filth, dari semenjak album Upon the Promeathean Shores sampai pada Dark Requiems … Hecate Enthroned benar benar merupakan copycat dari Cradle of Filth, namun hal ini tidak menjadikan penjualan album album mereka booming seperti Cradle of Filth, karena karakter dan komposisi musik mereka yang cenderung membosankan untuk disimak. Namun semenjak album King of Chaos karakter musik mereka mulai berubah lebih modern dengan menggabungkan musik Death Metal, sehingga selintas mirip dengan Vital Remains .Amerika Serikat dan Kanada


Amerika Serikat memberikan warna tersendiri pada jenis musik ini. Black Metal tidak disebut sebagaimana mestinya, tapi band band yang berasal dari negeri ini , rata rata tidak mau menyebut diri bahwa mereka memiliki jenis musik Black Metal, mereka lebih cenderung pada Blackened Death Metal atau malah Satanic Death Metal seperti Deicide


Band yang berasal dari USA ini mengemas musik modern Black metal dengan dasar technical, roots dari Death metal, sound yang berat ( tidak raw dan ringan ) , notasi dari riff yang memiliki pattern heavy metal namun dimainkan dengan cepat, dan karakter sound yang diambil dari Floridan Death metal atau NY Death Metal.Hasilnya ..? kita bisa mengenal band seperti ABSU, Vital Remains, Pessimist, Kataklysm dan Blasphemy , dimana dua band terakhir berasal dari Kanada.


Jenis yang lebih modern dan lebih technical , kita bisa melihat pada dua band yang mengusung jenis tema mitologi Yunani dan Mesir pada lirik liriknya, yaitu Hate eternal dan Nile. Dua band ini benar benar digjaya dengan menggabungkan konsep brutal death metal dengan tema mitologi tersebut yang meruntuhkan batas yang jelas antara black metal dan death metal itu sendiri. Namun Erik Rutan dari Hate Eternal sering menyanggah bahwa konsep yang dimainkan-nya adalah Black Metal. Hal senada juga sering diutarakan oleh Trey Azaghtoth dari Morbid Angel yang menyebut musisi black metal asal Norwegia itu seperti ‘anak kecil’ yang mencoba belajar bermain musik. Bila dari sisi musikalitas hal itu bisa dibenarkan, karena kapasitas dari Morbid Angel sendiri secara konsep dan kualitas dibandingkan band Black Metal dari Norwegia. amat technical dan jauh di atas rata rata skill mereka JAsia, Indonesia dan Australia


Perkembangan musik Black Metal di Asia, diawali oleh band band asal Jepang yang sudah mulai mendunia di awal 90-an , yaitu Sigh dan Sabbat ( bukan sabbat – Inggris yang merupakan band pre-Skyclad ). Sigh lebih cenderung memberikan nuansa psychedelic dan avant-garde black metal, mirip Arcturus hanya dikemas lebih pada sound yang raw dan sedikit unik dengan tambahan nuansa horror dari synthesizer. Sedangkan Sabbat memiliki karakter primitive Black Metal , band ini bisa dibilang sebagai pioneer dari Black Metal Asia, karena telah exist di tahun 80-an , namun gaung-nya kurang kuat .


Asia Tenggara awalnya memiliki peta musik Black Metal yang cukup diperhitungkan dengan bermunculan band band yang berkualitas dan bertalenta cukup tinggi, di Malaysia muncul band seperti Langsuyr , As Sahar, dan Vociferation of Eternity, sedangkan di Singapura muncul band yang cukup terkenal yaitu IMPIETY yang telah go international dan melakukan tour Eropa serta dua album terakhir mereka telah dirilis oleh label asing. Namun scene Malaysia sempat hancur luluh lantak sebab issu Black Metal yang dipolitisir untuk kepentingan politik beberapa pihak dan sempat mati suri beberapa tahun, namun pada tahun 2006 kemarin, beberapa band sudah mulai menggeliat untuk melakukan comeback.


Indonesia memiliki beberapa talenta yang sudah go international di jenis musik ini, salah satu talenta yang sangat baik adalah KEKAL, band yang menyebut diri nya adalah spiritual unblack metal ini memiliki karakter musik yang lengkap, dengan influence gabungan Arcturus, Winds , Rush, Depeche Mode sampai Emperor. Beberapa album telah diluncurkan oleh band ini yang tetap konsisten berkarya di jalur indie label dengan pemasaran melalui jalur musica records , namun di 2 album terakhir mereka menandatangani kontrak dengan label Fear Dark asal Belanda untuk distribusi Eropa dan dunia. Kekal memiliki karakter yang unik dan merupakan wakil Indonesia satu satunya yang mumpuni di genre Black Metal ini. Genre Black Metal merupakan genre yang cukup subur tumbuh di Indonesia, dilain pihak kita bisa mengenal band band lain yang exist sampai sekarang, seperti Neurotic of Gods, Sant-et , Emptyss, Ritual Orchestra, Perish, Hellgods dan lain-nya.
Australia, sebenarnya memberikan sumbangsih besar bagi peta metal dunia, sebut saja band Mortification, yang kental aroma Death-thrash metal dengan lirik yang bernuansa kristiani. Namun kontras dengan hal tersebut ada beberapa pioneer Black Metal yang berseberangan dengan Steve Rowe dan Mortification, diantaranya Astennu dengan Carpe Tenebrum ( pada tahun 1997 Astennu hijrah ke Norwegia dengan alasan scene Black metal di Australia kurang kondusif dan bergabung bersama Dimmu Borgir sampai sekitar tahun 2000 ) , Bestial Warlust , Demoniac dan Sadistik Execution . 3 band terakhir ini akhirnya re-lokasi ke Perancis dan Inggris. Malah Demoniac akhirnya bubar dan 2 orang ‘punggawa’ nya beralih aliran musik menjadi power metal dan membentuk DRAGONFORCE

No comments:

Post a Comment